Kota Bekasi,BUSERBHAYANGKARA 86.COM
Insiden putusnya roller (katrol/puli) dari menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150Kv Muaratawar Titik 21, yang terletak di Kampung Pomahan, Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali menarik perhatian warga setempat pada Senin, 24 November 2025.
Kejadian ini hampir mencelakai sejumlah warga yang sedang mencari keong dan petani kangkung, yang nyaris tertimpa roller seberat 120 kilogram tersebut.
Kesaksian Warga
Bombom, seorang penjual air minum galon yang menjadi saksi mata, mengungkapkan keterkejutannya saat dikonfirmasi oleh awak media.
”Kejadian jatuhnya roller sekitar pukul 11.30, suaranya cukup keras. Setelah saya keluar, ternyata ada benda jatuh dari atas menara. Untung saja tidak mengenai orang-orang yang sedang mencari keong,” ujarnya.
Bombom berharap agar area di sekitar menara dipasang garis pengaman (safety line) untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Saksi lain, seorang pria paruh baya yang rumahnya menghadap ke menara, menuturkan bahwa ia melihat langsung kejadian tersebut.
”Saya melihat ada sesuatu yang meluncur dari atas menara dengan suara keras. Untungnya tidak ada korban, karena saya melihat ada orang yang sedang mencari keong dan memotong kangkung,” katanya.
Penjelasan dari PT Bukaka
Alfian, bagian K3 dari pelaksana kerja PT Bukaka, saat berdialog dengan Boy, Ketua Aliansi Setia Mulya, menjelaskan bahwa jatuhnya roller disebabkan oleh sling bantu yang berkarat dan putus.
”Saat investigasi, kami menemukan sling bantu yang berkarat dan putus. Bagian lain masih aman, tetapi perlu dicek berkala. Kami juga telah memasang safety line sebagai langkah antisipasi,” jelas Alfian.
Tanggapan Aliansi Setia Mulya
Boy, Ketua Aliansi Setia Mulya, menilai insiden ini sebagai indikasi lemahnya keamanan dan kenyamanan hidup di bawah jalur SUTT/SUTET.
”Mengingat peristiwa tragis di Jati Pulo Palmerah, Jakarta Barat, di mana puluhan rumah terbakar dan ratusan warga mengungsi akibat putusnya kabel SUTET, kami berharap Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bekasi meninjau kembali semua jalur SUTT/SUTET di wilayah pemukiman. Putusnya kabel di wilayah pemukiman sangat membahayakan dan membuat masyarakat terus dihantui rasa takut,” tegasnya.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN, khususnya PUSPAMRO, yang bertugas sebagai konsultan supervisi konstruksi, manajemen proyek, serta pelaksana quality assurance (QA) & quality control (QC) untuk proyek ketenagalistrikan pembangunan SUTT/SUTET.
(Red)
